Showing posts with label life. Show all posts
Showing posts with label life. Show all posts

Saturday, June 20, 2009

Oh God, please take me home

Serius deh gue lagi cape-capenya ngapa-ngapain. Apalagi tugas-tugas kuliah gue ini. Di Jakarta kemaren gue sempet ngerjain tugas komunikasi visual gue. Dan progresnya cepet banget emang. Gue ngerasa itu karena gue ngerjain sendiri, tanggung jawab lebih besar dan lagipula itu bisa suka-suka gue. Gue mau masukkin apa kek, mau se sampah-sampahnya pun, itu buat gue doang kan? Nilainya juga nanti nilai gue.
Nah, ada lagi nih tugas, bikin majalah juga. (Tabloid sih). Jurnalistik, tapi kali ini kelompok berlima. Wah gue semangat nih pas awal-awal. Kelompok gue pilih tema nya juga lumayan seru lah. Tapi masalah mulai bermunculan, saat semua orang bergantung pada semua orang. Haha. Ngerti ga? Yah namanya juga kelompok, pasti kan ada kesulitan apa bisa dibantuin sama anggota kelompok yang lain. Tapiiiiiii. Gatau ini disemua kelompok apa emang kelompok gue yang berlebihan, gue jadi ngerasa tugas gue yang kali ini ga ada progresnya. Si A sibuk kuliah dikampus lain, yang B ga ada inisiatifnya, pas dikasih tugas kurang memuaskan lah, si C sama juga ga ada inisiatifnya, lumayan sih, tapi bener-bener mesti dikejar, yang D orangnya ga suka kerja kelompok, mau ngumpul males.
Bukannya gue mengatakan diri gue yang paling niat ngerjain tugas ini ya. Jujur, gue juga MALES woi. Tapi geu takutnya setengah mati kalo tuganya ga selesai. Gue juga terlena dengan liburan kemaren jadi lupa tugas. Tapi gue tetep nanya, gimana perkembangannya dan seterusnya. Gue bisa aja nyet ngerjain sendiri, tapi kan ini tugas kelompok, ga mungkin kan gue ngambil keputusa sendiri? Buat apa gunanya kelompok kalo ga ada yang ngasih masukan? Ya kan?
Bahkan tugas komunikasi visual gue aja udah 80% dan itu ngerjain cuma dalam waktu 2-3 hari. Sedangkan tugas yang kelompok ini udah sebulan lebih kali ga selesai-selesai. Rusuh, kacau, chaos. Ah parah. Sebel.
Yaudah sih intinya gue cape banget dan pengen pulang ke rumah. Biar bisa semau gue hahaha. Bener-bener cape deh. Lagi mager-magernya gue. Nyari makan diluar aja gue udah males banget. Apalagi mesti ngerjain tugas yang mikiiiiiir.
Dan maaf ya buat ABCD yang gue sebut dan sebenernya gue jelek-jelekin. Tapi emang itu yang gue rasakan. Jadi maaf ya, pasti kan lo punya uneg-uneg sendiri dan pasti gue juga ada jeleknya ga mungkin flawless. Oke oke.

Sunday, June 7, 2009

to me, that's what you are

Once a liar, you will always be one. Tell me you did no such thing. But it happened. I try to see what’s inside. I don’t know which or who to believe. You’re unpredictable.
Those sweets you gave, making it real. Reality fades when they tell me those stories. I want to hear from you directly. Tell me and I won’t mind. Ah, if only you tell me the truth.
You did this, you did that. Same old story with different details, why don’t you just tell me the truth and stop complaining about us?
You’re just a clueless kid with big ego swimming in one big ocean and eat every fish nearby. And actually, you don’t deserve to eat me and those other fish. We’re too good to be eaten, especially by you. I think you should just go to another ocean.

Saturday, April 18, 2009

from the edge of the deep green sea

every time we do this

i fall for her

wave after wave after wave

it's all for her

i know this can't be wrong i say

(and i'll lie to keep her happy)

as long as i know that you know

that today i belong

right here with you

right here with you...


and so we watch the sun come up

from the edge of the deep green sea

and she listens like her head's on fire

like she wants to believe in me

so i try

put your hands in the sky

surrender

remember

we'll be here forever

and we'll never say goodbye...


i've never been so

colourfully-see-through-head before

i've never been so

wonderfully-me-you-want-some-more

and all i want is to keep it like this

you and me alone

a secret kiss

and don't go home

don't go away

don't let this end

please stay

not just for today


never never never never never let me go she says

hole me like this for a hundred thousand million days

but suddenly she slows

and looks down at my breaking face

why do you cry? what did i say?

but it's just rain i smile

brushing my tears away...


i wish i could just stop

i know another moment will break my heart

too many tears

too many times

too many years i've cried over you


how much more can we use it up?

drink it dry?

take this drug?

looking for something forever gone

but something

we will always want?


why why why are you letting me go? she says

i feel you pulling back

i feel you changing shape...

and just as i'm breaking free

she hangs herself in front of me

slips her dress like a flag to the floor

and hands in the sky

surrenders it all...


i whish i could just stop

i know another moment will break my heart

too many tears

too many times

too many years i've cried for you

it's always the same

wake up in the rain

head in pain

hung in shame

a different name

same old game

love in vain

and miles and miles and miles and miles and miles

away from home again...


Thursday, March 26, 2009

something to share



If This Is The Life



Going Down


Friday, February 20, 2009

i'm going home

rumah. pada umumnya diartikan sebagai bangunan yang sengaja dibangun oleh manusia untuk dijadikan tempat tinggal. manusia selalu berpikir bahwa rumah adalah tempat ternyaman dan teraman. dan memang sudah seharusnya begitu karena itu adalah tempat tinggal, tempat dimana kita bisa melakukan segala aktivitas. tempat dimana kita mendapat yang terbaik dari tempat lain. baik jasmani maupun rohani.
dalam satu rumah biasanya dihuni oleh suatu keluarga inti. yang merupakan orang-orang yang kita utamakan dari orang lain. mereka adalah orang yang akan selalu ada dalam situasi apapun. tidak ada memandang kita dari sudut manapun kecuali dari sudut pandang orang terdekat yang akan menerima kita apa adanya. karena mereka adalah orang-orang yang ditakdirkan untuk hidup berdampingan dengan kita.
sebagai anak, lambat laun kita akan berkembang dan menemukan orang-orang yang kita rasa lebih cocok dengan pribadi kita. kita merasa lebih nyaman dalam lingkungan tersebut hingga terkadang melupakan keluarga dan rumah kita sendiri. lalu muncul lah sebuah pertanyaan, apakan salah jika kita merasa nyaman dan aman ditempat lain daripada rumah kita sendiri?
jawaban-jawaban itu akan berbeda dari setiap individunya, ada yang merasa demikian ada juga yang merasa rumah tetap merupakan tempat tinggal mereka. dan tidak ada yang dapat disalahkan, semua adalah pilihan masing-masing. pasti setiap orang memiliki alasan sendiri mengapa mereka merasa seperti itu. bukan salah keluarga ataupun orang tersebut, lagi-lagi semua adalah pilihan dan apa yang dirasakan.
jika ada orang yang mengatakan mereka ingin keluar dari rumah mereka, terkadang itu hanya dikeluarkan pada saat emosi atau bahkan tidak berpikir panjang. dan terkadang mereka ingin mencoba hal-hal baru dan mencari pengalaman yang tidak didapat dari rumah. mereka ingin merasakan kebebasan dan perbedaan dari aturan-aturan yang mereka ikuti dari dalam rumah.
tetapi satu hal yang pasti, kita akan selalu kembali ke rumah kita. walaupun hanya untuk sementara, kita pasti akan kembali kerumah. karena rumah dan keluarga lah yang membentuk kita. keluarga lah yang secara tidak langsung memberi inspirasi kita untuk bertindak diluar sana. setidak harmonis apapun keluarga tersebut, kita pasti akan kembali dan mencari mereka kembali. sebesar apapun keinginan kita untuk tinggal diluar rumah, suatu hari kita akan pulang. dan kembali merasa aman dan nyaman.
karena pada dasarnya, tempat itulah yang sudah diatur oleh Tuhan sebagai rumah. dan sudah seharusnya, kita pulang.