Friday, July 17, 2009

bombings

pagi ini, sebuah bom meledak di hotel JW Mariott dan kemudian disusul ledakan bom lagi di hotel Ritz Carlton. dan kemudian hari ini, 17 juli 2009, resmi menjadi hari teror bom di Indonesia, tepatnya di Jakarta.
peristiwa ini menunjukan kepanikan yang luar biasa dari masyarakat. berbagai reaksi yang dikeluarkan dari orang-orang, mulai dari panik, takut, perasaan insecure, marah, kaget, sedih, dan malu mulai dikeluarkan. panik karena terjadinya teror bom, yang kemudian ditambah dengan berita-berita yang simpang siur, informasi yang sulit didapat. dan bahkan terdengar kabar-kabar yang mengatakan bahwa ada 8 titik bom di Jakarta hari ini, dan kemudian bertambah menjadi 30. rasa takut, siapa yang tidak takut ketika negara, kota dimana tempat mereka berada sekarang dikabarkan akan di bom? insecure yang semakin menjadi-jadi, dan merasa usaha mereka berhati-hati selama ini sia-sia karena kebobolannya 3 bom dalam hari yang sama. marah, kepada oknum-oknum yang tega melakukan hal sekejam ini. kaget harus menghadapi krisis negara pada hari ini. sedih karena banyaknya korban yang berjatuhan karena aksi dari pengeboman ini dan juga malu. kenapa hal seperti inilah yang membuat negaranya dikenal, diberitakan dan dibicarakan banyak orang.
kita, gue tepatnya, sebagai orang awam. kadang-kadang ingin memberi sebuah tindakan yang membuktikan bahwa KAMI SANGAT PERDULI TERHADAP APA YANG SEDANG TERJADI, hanya saja tidak mengetahui apa yang harus dilakukan. bertanya-tanya sendiri harus berbuat apa, bagaimana cara menyampaikan duka, duka yang terdalam kepada korban-korban dan semua pihak yang bersangkutan. memang mentok-mentok cuma bisa follow up berita lewat tv.
social networks dijadikan media utama masyarakat untuk menunjukan besarnya rasa keprihatinan dan kepedulian mereka terhadap peristiwa ini. mulai dari twitter, plurk, facebook, blogs dan sebagainya. saling memberi informasi terbaru, memberi peringatan, menunjukkan kepeduliannya, semua hal yang ebrhubungan dengan kejadian ini, ditumpahkan kedalam media ini.
dalam situasi yang super chaos seperti sekarang, sebagai orang yang tidak ada di lokasi dan tidak dapat memberi kontribusi yang lebih terhadap mereka, kita hanya bisa mendoakan mereka. mendoakan para korban yang tidak bersalah, yang harus menanggung semua ini, mendoakan supaya amal ibadah mereka diterima. mendoakan juga orang-orang sekitar korban, seperti keluarga dan teman-temannya, karena pasti mereka lah yang paling berduka dari semuanya. mendoakan agar negara ini menjadi negara yang lebih baik, aman. dimana tidak ada teror dan ancaman didalamnya. ya Tuhan, semoga apa yang didoakan masyarakat ini terkabul. amin.

Saturday, June 20, 2009

Oh God, please take me home

Serius deh gue lagi cape-capenya ngapa-ngapain. Apalagi tugas-tugas kuliah gue ini. Di Jakarta kemaren gue sempet ngerjain tugas komunikasi visual gue. Dan progresnya cepet banget emang. Gue ngerasa itu karena gue ngerjain sendiri, tanggung jawab lebih besar dan lagipula itu bisa suka-suka gue. Gue mau masukkin apa kek, mau se sampah-sampahnya pun, itu buat gue doang kan? Nilainya juga nanti nilai gue.
Nah, ada lagi nih tugas, bikin majalah juga. (Tabloid sih). Jurnalistik, tapi kali ini kelompok berlima. Wah gue semangat nih pas awal-awal. Kelompok gue pilih tema nya juga lumayan seru lah. Tapi masalah mulai bermunculan, saat semua orang bergantung pada semua orang. Haha. Ngerti ga? Yah namanya juga kelompok, pasti kan ada kesulitan apa bisa dibantuin sama anggota kelompok yang lain. Tapiiiiiii. Gatau ini disemua kelompok apa emang kelompok gue yang berlebihan, gue jadi ngerasa tugas gue yang kali ini ga ada progresnya. Si A sibuk kuliah dikampus lain, yang B ga ada inisiatifnya, pas dikasih tugas kurang memuaskan lah, si C sama juga ga ada inisiatifnya, lumayan sih, tapi bener-bener mesti dikejar, yang D orangnya ga suka kerja kelompok, mau ngumpul males.
Bukannya gue mengatakan diri gue yang paling niat ngerjain tugas ini ya. Jujur, gue juga MALES woi. Tapi geu takutnya setengah mati kalo tuganya ga selesai. Gue juga terlena dengan liburan kemaren jadi lupa tugas. Tapi gue tetep nanya, gimana perkembangannya dan seterusnya. Gue bisa aja nyet ngerjain sendiri, tapi kan ini tugas kelompok, ga mungkin kan gue ngambil keputusa sendiri? Buat apa gunanya kelompok kalo ga ada yang ngasih masukan? Ya kan?
Bahkan tugas komunikasi visual gue aja udah 80% dan itu ngerjain cuma dalam waktu 2-3 hari. Sedangkan tugas yang kelompok ini udah sebulan lebih kali ga selesai-selesai. Rusuh, kacau, chaos. Ah parah. Sebel.
Yaudah sih intinya gue cape banget dan pengen pulang ke rumah. Biar bisa semau gue hahaha. Bener-bener cape deh. Lagi mager-magernya gue. Nyari makan diluar aja gue udah males banget. Apalagi mesti ngerjain tugas yang mikiiiiiir.
Dan maaf ya buat ABCD yang gue sebut dan sebenernya gue jelek-jelekin. Tapi emang itu yang gue rasakan. Jadi maaf ya, pasti kan lo punya uneg-uneg sendiri dan pasti gue juga ada jeleknya ga mungkin flawless. Oke oke.

Sunday, June 7, 2009

TELL ME

Seriously, should I stay or should I go?
I don’t want to lose her by staying with you, and I don’t want to lose you by choosing her over you.
One good reason is enough to make me stay.
And you’re little mistake is enough to make me go.
Tell me, tell me, tell me!

to me, that's what you are

Once a liar, you will always be one. Tell me you did no such thing. But it happened. I try to see what’s inside. I don’t know which or who to believe. You’re unpredictable.
Those sweets you gave, making it real. Reality fades when they tell me those stories. I want to hear from you directly. Tell me and I won’t mind. Ah, if only you tell me the truth.
You did this, you did that. Same old story with different details, why don’t you just tell me the truth and stop complaining about us?
You’re just a clueless kid with big ego swimming in one big ocean and eat every fish nearby. And actually, you don’t deserve to eat me and those other fish. We’re too good to be eaten, especially by you. I think you should just go to another ocean.

Friday, June 5, 2009

Province - TV on the Radio

I was looking at anna's blog when i saw this post. I once play this game at facebook, but the questions was different. And I'm going to repost this post haha.


RULES:
1. Put your iTunes, Windows Media Player, etc. on shuffle.
2. For each question, press the next button to get your answer.
3. YOU MUST WRITE THAT SONG NAME DOWN, NO MATTER HOW SILLY IT SOUNDS.


IF SOMEONE SAYS 'ARE YOU OKAY' YOU SAY?
Mid-Life Krysis - Travis

HOW WOULD YOU DESCRIBE YOURSELF?
TV Movie - Pulp

WHAT DO YOU LIKE IN A GUY/GIRL?
The Skin of My Yellow Country Teeth - Clap Your Hands Say Yeah

HOW DO YOU FEEL TODAY?
Let It Die - Feist (cie galau)

WHAT IS YOUR LIFE'S PURPOSE?
Karaoke Queen - Catatonia (OMFG)

WHAT'S YOUR MOTTO?
Flirt - Pussy Cat Dolls (haha sumpah najis nih)

WHAT DO YOUR FRIENDS THINK OF YOU?
Small Ambulance - Mew

WHAT DO YOUR PARENTS THINK OF YOU?
Run Run Run - Phoenix (ga nyambung)

WHAT DO YOU THINK ABOUT VERY OFTEN?
Live Long - KIngs Of Convenience

WHAT IS 2 + 2?
Everything - Michael Buble

WHAT DO YOU THINK OF YOUR BEST FRIEND?
Summer Skin - Death Cab For Cutie

WHAT IS YOUR LIFE STORY?
Mushaboom - Feist

WHAT DO YOU WANT TO BE WHEN YOU GROW UP?
Fire - The Black Seeds

WHAT DO YOU THINK WHEN YOU SEE THE PERSON YOU LIKE?
Terlintas 2 Kata - Sheila on 7

WHAT WILL YOU DANCE TO AT YOUR WEDDING?
Who You With - Katchafire

WHAT WILL THEY PLAY AT YOUR FUNERAL?
Take A Bow - Muse

WHAT IS YOUR HOBBY/INTEREST??
Planet Caravan - Black Sabbath

WHAT IS YOUR BIGGEST FEAR??
Stalker - Sonic Youth

WHAT IS YOUR BIGGEST SECRET?
Conucopia - Black Sabbath

WHAT DO YOU WANT RIGHT NOW?
Tonight - The Cherry Orchard

WHAT DO YOU THINK OF YOUR FRIENDS?
Ordinary People - John Legend

WHAT WILL YOU POST THIS AS?
Province - TV on the Radio

3 dan seterusnya

Bismillahirahmannirahim.

Pilihan sudah gue tetapkan dan surat pernyataan sudah gue kumpulkan. Sebaris kalimat yang pada akhirnya, menentukan sisa perjalanan perkuliahan gue di Fikom Unpad. Sebuah ilmu yang pada akhirnya, akan mengisi sebagian besar otak gue. Sebuah keputusan yang memang udah gue pikirkan dari setahun yang lalu.

Godaan-godaan dari jurusan lain cukup besar untuk menggoyahkan, apalagi PR. Yang di iming-imingi dengan banyaknya-uang-yang-dapat-diperoleh setelah lulus nanti. Dengan banyaknya-lapangan-pekerjaan-yang-menunggu setelah lulus nanti. Dan memang benar, pada kenyataanya tidak ada perusahaan yang tidak membutuhkan seorang PR. Tetapi haruskah memaksakan diri, ketika diri kita tidak merasa cocok dalam bidang tersebut?

Manajemen Komunikasi pun tidak pernah terlintas dalam pikiran. Ilmu yang mempelajari komunikasi dalam konteks yang lebih luas. Yang disebut-sebut sebagai ilmu yang mempelajari PR dan Jurnalistik. Memiliki mitos bahwa orang-orang yang ada didalamnya memiliki kepintaran dan kecerdasan yang lebih dibandingkan dengan jurusan lain. Tetapi dapatkan seseorang mempelajari ilmu yang tidak benar-benar fokus dalam suatu bidang?

Akhirnya pilihan itu jatuh kepada Jurnalistik. Ilmu yang, jelas, mempelajari tentang jurnalisme. Dengan memilih jurnalistik, gue berharap benar-benar bisa mengeluarkan, menyalurkan pikiran-pikiran gue dan bisa menjalani apa yang gue suka. "Choose a job you love, and you will never have to work a day in your life." Salah satu quote yang gue suka tentang pekerjaan. Gue tidak main-main dalam memilih jurusan ini, Insya Allah, apa yang gue pelajari dan dapat dari ilmu ini, terpakai saat gue bekerja nanti.

Sejauh ini, gue berpikir bahwa minggu ini lah yang menentukan arah hidup gue, dari semester 3 ini dan seterusnya. Jikalau memang ini jalan hidup, insya Allah dipermudah perjalanannya. Dan jika memang bukan, semoga gue terima apa yang telah gue putuskan, dan semoga dalam perjalanan ini gue diberi kesadaran bahwa keputusan ini tidaklah sebuah kesalahan yang harus terus-terusan diratapi.

Amin ya rabbal al amin.

Thursday, June 4, 2009

she - the sundays

she’s all weak and her heart beats so
she can’t speak with the lights so low

just to be one of a crowd
feet scuttling across the floor
spinning lights round and round
it’s adolescent war

she craves noise and the music blares
girl calls to a boy (and my heart is true, oh to you)
he just stands and stares

just to be one of a crowd
feet scuttling across the floor
spinning lights round and round
and it’s adolescent war
shoes grind kick like crazy
and arms tangling up with hair
shaking them up and down again
and hearts pounding everywhere

she slows down
has the music gone
or has she stayed too long?

Tuesday, May 12, 2009

Stoned

It’s when I saw you flew.
That’s the time I fell for you.
It’s when you saw me high.
That’s the time you realized.
It’s when we both were flying high.
That’s the time we taught it was real.
It’s when we’ve sober up.
That’s the time we’re back as a stranger.

Wednesday, May 6, 2009

Amazed

You talked about him so much that night//His life, his works, his romance//You talked, I listened, and sometimes I chuckled for you//You hypnotized me like Lennon did to you//I used to talk mare than people does, but you keep me inside this silence//I was amazed by you//You’re looking for your own version of Ono//You could open your eyes and look here//Then we could walk to any directions//We could write any kind of stories//We could live like Lennon&Ono ♥

Let me be your Yoko Ono, Lennon


Some people say you’re crazy,
But I can’t stay away from you.
I like the way you taught me,
That’s the only thing I hear from you.

You take me to Strawberry fields,
And pick the sweetest for me.
As we walk the Strawberry Hill,
You lay your eyes on me.

From scale one to ten,
You’re an eleven, Lennon.
Keep me on counting,
And let me be your Yoko Ono.



Sunday, May 3, 2009

When Chili Changes Everything

Chili changes everything, it does. When you're having an unsalted soup, give it some chili and it'll taste better. When you're having a vapid food, give it some chili and it'll taste better. In fact, chili changes tastes of the food, even increasing the taste. Sometimes I wished I had my own "chili" to make our lives better. When you got problems, give it chili. It may changes or make your problem "taste" better. Get it?

Saturday, May 2, 2009

happy birthday norm!

30th of April 2009, my man Norman celebrated his 19th birthday.
After we surprised him and all, me and Odink went upstairs to Thufeil's room and end up taking pictures at Irham's room.

thufeil, irham, odink & me



still, the four of us..


and, the birthday boy join us


HAPPY BIRTHDAY NORMAN!

Saturday, April 18, 2009

walk the line

Takdir. Setiap orang pasti punya takdir yang sudah dituliskan untuknya masing-masing. Jodoh, rezeki dan ajal sudah dituliskan oleh Tuhan. Dan dalam Islam, takdir itu sudah dituliskan bahakan sebelum manusia menginjakkan kaki di bumi. Tuhan sudah tahu apa yang akan terjadi nantinya. Apapun, Tuhan pasti sudah tahu, karena Dia adalah yang maha mengetahui segalanya.

Ada takdir yang bisa berubah dan ada yang tidak. Yang tidak bisa berubah adalah jodoh rezeki dan ajal. Dan yang bisa diubah seperti sifat dan pilihan-pilihan hidup. Dari semua yang saya tangkap, Tuhan sudah menyusun semua skenario dan sekarang Ia hanya menonton dan melihat akhir mana yang akan dipilih oleh manusia itu sendiri. Tuhan memberi beberapa jalan yang harus kita tempuh, dan akhirnya akan tergantung dengan apa yang kita pilih.

Hidup kita tidak hanya menyangkiut kita sendiri, tetapi berhubungn dan berkaitan dengan orang lain. Pasti kita akan memberi dampak sekecil apapun terhadap orang lain. Dan begitu juga mereka, sedikit banyak kita akan mendapat dampak dari tiap-tiap keputusan seseorang.

Beberapa keputusan kita buat untuk terus menjalani hidup, tidak jarang kita membuat kesalahan dengan salah memilih. Dengan segala pertimbangan, kia pasti tahu apa yang akan berdampak pada orang lain. Tetapi lagi-lagi pasti kita lebih mementingkan kebahagiaan diri sendiri dibandingkan dengan orang lain. Tidak ada rasa egois dan tidak peduli, tetapi itu adalah hal yang wajar dalam diri manusia.

Apa yang terjadi pada kita ketika kita adalah orang yang terkena dampaknya? Apalagi ketika dampaknya itu besar dan buruk. Apa yang harus kita lakukan? Sama sekali bukan mau kita bila hal buruk menimpa, dan terlebih lagi, bukan karena kesalahan kita sendiri. Kita tidak meminta, kita tidak salah membuat keputusan. Tetapi kita yang harus menanggung semua ini.

Tidak munafik bila terkadang kita mengutuk orang yang membuat keputusan ini sehingga berdampak buruk terhadap kita. Tetapi bila kita terima, mungkin akan jauh lebih baik. Diri kita tidak diselimuti amarah terhadap si pembuat keputusan, dan rasa dendam yang besar. Kita cukup mengganggap segala sesuatunya sebagai sebuah proses pembelajaran yang mungkin, tidak akan kita dapat apabila kita yang memilih jalan kehidupan, karena setiap orang adalah hubungan dengan orang lain.

from the edge of the deep green sea

every time we do this

i fall for her

wave after wave after wave

it's all for her

i know this can't be wrong i say

(and i'll lie to keep her happy)

as long as i know that you know

that today i belong

right here with you

right here with you...


and so we watch the sun come up

from the edge of the deep green sea

and she listens like her head's on fire

like she wants to believe in me

so i try

put your hands in the sky

surrender

remember

we'll be here forever

and we'll never say goodbye...


i've never been so

colourfully-see-through-head before

i've never been so

wonderfully-me-you-want-some-more

and all i want is to keep it like this

you and me alone

a secret kiss

and don't go home

don't go away

don't let this end

please stay

not just for today


never never never never never let me go she says

hole me like this for a hundred thousand million days

but suddenly she slows

and looks down at my breaking face

why do you cry? what did i say?

but it's just rain i smile

brushing my tears away...


i wish i could just stop

i know another moment will break my heart

too many tears

too many times

too many years i've cried over you


how much more can we use it up?

drink it dry?

take this drug?

looking for something forever gone

but something

we will always want?


why why why are you letting me go? she says

i feel you pulling back

i feel you changing shape...

and just as i'm breaking free

she hangs herself in front of me

slips her dress like a flag to the floor

and hands in the sky

surrenders it all...


i whish i could just stop

i know another moment will break my heart

too many tears

too many times

too many years i've cried for you

it's always the same

wake up in the rain

head in pain

hung in shame

a different name

same old game

love in vain

and miles and miles and miles and miles and miles

away from home again...


Thursday, March 26, 2009

something to share



If This Is The Life



Going Down


Sunday, March 1, 2009

habis gelap terbitlah terang


merasa pagi itu lebih baik daripada malam? kebanyakan orang merasa begitu, apalagi ketika mereka sedang dilanda masalah. ketika pagi, entah mengapa, segala sesuatunya terasa lebih baik. tanpa harus melakukan apa-apa. kecuali tidur. biasanya masalah-masalah itu memuncak ketika malem hari. karena mereka beraktivitas dan sudah terkuras tenaganya. sehingga ketika malam tiba dan masalah belum terselesaikan, akan menjadi lebih runyam karena sudah lelah dan hanya menggunakan emosi.
lalu bagaimana melewati malam itu? jika lelah, pasti hal pertama yang ingin mereka lakukan adalah tidur. tetapi bagaimana cara tertidur dengan lelap apabila masalah mereka masih menempel dikepala? memang tidak mudah melupakan masalah begitu saja. masalah yang membuat resah dan gelisah. pikirkan saja bahwa esok hari akan menjadi lebih baik. bahwa masalah itu akan dapat terselesaikan besok. ketika otak kita sudah beristirahat, tidak menggunakan emosi dan cukup dengan logika.

Friday, February 20, 2009

i'm going home

rumah. pada umumnya diartikan sebagai bangunan yang sengaja dibangun oleh manusia untuk dijadikan tempat tinggal. manusia selalu berpikir bahwa rumah adalah tempat ternyaman dan teraman. dan memang sudah seharusnya begitu karena itu adalah tempat tinggal, tempat dimana kita bisa melakukan segala aktivitas. tempat dimana kita mendapat yang terbaik dari tempat lain. baik jasmani maupun rohani.
dalam satu rumah biasanya dihuni oleh suatu keluarga inti. yang merupakan orang-orang yang kita utamakan dari orang lain. mereka adalah orang yang akan selalu ada dalam situasi apapun. tidak ada memandang kita dari sudut manapun kecuali dari sudut pandang orang terdekat yang akan menerima kita apa adanya. karena mereka adalah orang-orang yang ditakdirkan untuk hidup berdampingan dengan kita.
sebagai anak, lambat laun kita akan berkembang dan menemukan orang-orang yang kita rasa lebih cocok dengan pribadi kita. kita merasa lebih nyaman dalam lingkungan tersebut hingga terkadang melupakan keluarga dan rumah kita sendiri. lalu muncul lah sebuah pertanyaan, apakan salah jika kita merasa nyaman dan aman ditempat lain daripada rumah kita sendiri?
jawaban-jawaban itu akan berbeda dari setiap individunya, ada yang merasa demikian ada juga yang merasa rumah tetap merupakan tempat tinggal mereka. dan tidak ada yang dapat disalahkan, semua adalah pilihan masing-masing. pasti setiap orang memiliki alasan sendiri mengapa mereka merasa seperti itu. bukan salah keluarga ataupun orang tersebut, lagi-lagi semua adalah pilihan dan apa yang dirasakan.
jika ada orang yang mengatakan mereka ingin keluar dari rumah mereka, terkadang itu hanya dikeluarkan pada saat emosi atau bahkan tidak berpikir panjang. dan terkadang mereka ingin mencoba hal-hal baru dan mencari pengalaman yang tidak didapat dari rumah. mereka ingin merasakan kebebasan dan perbedaan dari aturan-aturan yang mereka ikuti dari dalam rumah.
tetapi satu hal yang pasti, kita akan selalu kembali ke rumah kita. walaupun hanya untuk sementara, kita pasti akan kembali kerumah. karena rumah dan keluarga lah yang membentuk kita. keluarga lah yang secara tidak langsung memberi inspirasi kita untuk bertindak diluar sana. setidak harmonis apapun keluarga tersebut, kita pasti akan kembali dan mencari mereka kembali. sebesar apapun keinginan kita untuk tinggal diluar rumah, suatu hari kita akan pulang. dan kembali merasa aman dan nyaman.
karena pada dasarnya, tempat itulah yang sudah diatur oleh Tuhan sebagai rumah. dan sudah seharusnya, kita pulang.

Thursday, December 18, 2008

Neneng, Just a Place to Rest

I just read a book about women in prison. It really touch me. Here is one of the story about a woman that stays in prison. Just for a simple reason, she needs a place to rest.
You want to know my life story, Ma? There isn't much to tell. I can still remember leaving my village for the city with my old granny. I was just a baby when the drought came and the crops failed. My Mum and Dad both die of hunger. I don't really remember them well. But Granny and I survived and she always told me that no matter how little food there was, Mum and Dad always gave their own to share with me.
Granny and I first moved to a small town near the sugar factory in the area where I'm from. There's a train line there, and we used to run and beg for food. when a train went by. One day my little brother, Ujang, got crushed to death in an accident outside the loading station. Granny cried and cried but, in a way, it was a relief too. It was just too hard for her to look after two children alone.
I remember her hugging me and telling me that if we didn't go to the city, we'd starve to death. The next day, she took my hand and, without saying a word, set off. All of our belongings - just a bag of ragged clothes is all - she gripped under her other arm.
Most of the time we walked. We weren't the only ones on the road. There were lots of others in the same situation. None of us knew what to do; we just knew that if we stayed where we were we'd die of hunger. We walked and walked; sometimes we stopped and slept under a tree. If we passed a market, by the side of the road, we'd stop and looked for scraps of food to eat, but usually we got by in nothing. Some how we finally made it to Jakarta.
The city seemed huge and so full of people. The building were all so big and tall. But Granny and I were so worn out we could barely stand up. We sprawled down next to some other people, in front of a shop. In the middle of the night, we were shaken awake by cries of, "Raid! Hey, a raid!" I didn't even know the meaning of the word but everyone there scrammed, running down the alleyways to get as far away as possible from the shops on the main street. Those who weren't fast enough were thrown into trucks. A man was shouting at the people they picked up and calling them filthy animals. I guess you weren't allowed to sleep outside the shops on the main street.
Granny and I hid deep inside a drainpipe next to a river. The smell was enough to make you gag, but we were save from the men in trucks. I heard people outside talking about "anti-vagrancy-operation." The men with trucks were rounding up everyone who didn't have an identity card. I couldn't understand what we'd done wrong. It wasn't our fault that we didn't have anywhere to sleep. I just didn't understand.
We had to work hard to survive. We scrounged through rubbish bins, looking for anything we could find: scraps for rice, paper and old bottles, Granny told me to look for cigarettes butts. In a few days, I became an expert. There were people in the street who bought the cigarettes butts for the tobacco in them. I learnt to survive by watching  what the other kids did. We went to the market a lot. There were always scraps there, and sometimes we made money by carrying ladies shopping bags.
And that was how I live. By day, I scrounged for food. At night I slept with Granny, wherever we could find a place, wherever we'd be left alone. When Granny got sick, we stayed for a little while underneath a bridge. Luckily the water didn't come up too high, and Granny could beg from the people going past under the bridge.
One night, after Granny began to get better and was well enough to the help the forage through the rubbish bins, we found a place to sleep in a shop-front doorway. There was another raid, and this time we got caught. There was lot of us and we were beaten and pushed into a truck. I looked around and everyone looked scared. We didn't know where we were being taken, of what the man driving the trucks were going to do to us.
We were just ordinary country people trying to survive. All we wanted was something to eat and a place to rest. Where were we supposed to go? I didn't know, and neither did granny. It didn't seem we could do anything right.
We were taken to a large building and herder inside. We were thrown into a long room, and the door slammed shut behind us. I heard a key turing in the lock. Someone said something about being processed in the morning.
That night I heard kids sobbing and crying in the dark. I felt so tired, but at least the floor was clean and I could rest until the next day. Here, in this place, I don't have to worry that somebody is suddenly going to wake us up, and that we're going to have to run and hide again. At least that's good.

Sunday, November 30, 2008

New Year

December. it's identical with welcoming new year. and new year = make a new resolution. my question is, why is that so? people used to make new resolution to make their life more worth to live. why should wait until next year? why not this year? this month? today? RIGHT NOW? some people are not ready to do their resolution, so they wait until (at least) next year. hoping that next year they will be ready. will this way work? maybe yes, maybe no. I prefer to do it "right now". at the day i'm thinking about those resolution. if i'm not ready, i won't make it a target, like i should do it next year or so. i'm pretty sure i'll do it if i'm ready. even i don't even know when. hehehehe.

What happen if they fail to do their resolution? they'll do it the next year, it happen oftenly, over and over again. as i see, it means they didn't consider it seriously. they don't look it as a target, just as a list of sentences they write (or think) to "fill" the celebration of welcoming a new year.

Again, talk about new year. why do people celebrate new year? it's just another year. that'll pass you by. every year, every month, every week, every day, every hour, every minute and every second. it's all worth to celebrate. i'm not going to be a hypocrite by saying that i don't do new year's celebration. but i'm just asking why?

Is it worth just to spend a lot of money, just to welcoming a new year? when it's your birth day, it is, you become a year older, a year closer to your death. anniversary? it's OK. your celebrating your relationship you've built with your beloved. a new year doesn't make a new you, just a better you. if only you did your resolution.All i'm asking, is it 'that' special?